Assalaamu 'alakum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.. .
Menghiasi Hati dengan Menangis
Rasulullah bersabda:"Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui,
niscaya Kalian akan SEDIKIT TERTAWA dan BANYAK MENANGIS."
Indahnya Hidup dengan Celupan Iman.
Saat itulah Terasa bahwa DUNIA BUKAN SEGALA-GALANYA.
Ada yang Jauh Lebih Besar dari yang Ada di Depan Mata.
Semuanya Teramat Kecil Dibanding dengan
BALASAN dan SIKSA Sang Maha Pencipta.
Menyadari bahwa DOSA DIRI Tak Akan Terpikul di Pundak Orang Lain.
SIAPA PUN KITA,
JANGAN PERNAH BERPIKIR bahwa DOSA-dosa yang Telah Dilakukan
akan Terpikul di pundak orang lain.
Siapa Pun.
Pemimpinkah, Tokoh yang punya Banyak Pengikutkah, Orang Kaya-kah.
SEMUA KEBAIKAN dan KEBURUKAN KEMBALI KE PELAKUNYA.
Sang Maha Guru Allah Menjelaskan melalui Ilmu-Nya dalam Firman-Nya :
"...Dan Tidaklah Seorang Membuat Dosa Melainkan Kemudharatannya
Kembali Kepada Dirinya Sendiri;
dan Seorang yang Berdosa Tidak Akan Memikul Dosa Orang Lain.
Kemudian kepada Tuhan-mulah kamu kembali,
dan akan diberitakan- Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan. "
Lalu, Pernahkah Kita Menghitung-hitung Dosa yang Telah Kita Lakukan.
SEBERAPA BANYAK dan BESAR DOSA-dosa itu.
Jangan-jangan,
Hitungannya Tak Beda dengan Jumlah Nikmat ALLAH yang kita Terima.
Atau bahkan, Jauh Lebih Banyak Lagi.
MASIHKAH Kita MERASA AMAN dengan MUTU DIRI SEPERTI ITU.
BELUMKAH TERSADAR kalau Tak Seorang pun Mampu Menjamin bahwa
ESOK Kita BELUM BERPISAH Dengan DUNIA.
BELUMKAH TERSADAR kalau Tak Seorang pun Bisa Yakin bahwa
ESOK Kita MASIH BISA BERAMAL.
BELUMKAH TERSADAR kalau Kelak Masing-masing Kita SIBUK
MEMPERTANGGUNGJAWAB KAN APA YANG TELAH KITA LAKUKAN.
MENYADARI BAHWA DIRI TERAMAT HINA DI HADAPAN SANG MAHA AGUNG
Di Antara KEINDAHAN IMAN adalah
ANUGERAH PEMAHAMAN Bahwa Kita BEGITU HINA di HADAPAN ALLAH.
Saat itulah, SEORANG HAMBA MENEMUKAN JATI DIRI yang SEBENARNYA.
Ia Datang ke Dunia Ini Tanpa Membawa Apa-apa.
Dan Akan Kembali dengan Selembar Kain Putih.
Itu pun karena JASA BAIK Orang Lain.
Apa yang kita Dapatkan pun Tak Lebih dari ANUGERAH ALLAH
yang Tersalur Lewat Lingkungan.
Kita Pandai karena Orangtua Menyekolahkan Kita.
Seperti itulah SUNNATULLAH yang Menjadi KELAZIMAN Bagi Setiap Orangtua.
Kekayaan yang Kita Peroleh Bisa Berasal dari Warisan Orangtua atau
karena Berkah Lingkungan yang lagi-lagi ALLAH TITIPKAN BUAT KITA.
KITA BEGITU FAKIR DI HADAPAN ALLAH, TUHAN YANG MEMILIKI LANGIT dan BUMI.
Seperti itulah Sang Maha Guru ALLAH nyatakan dalam Firman-Nya,
"Hai Manusia, kamulah yang Berkehendak kepada Allah;
dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Jika Dia menghendaki,
niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru
(untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah."
Menyadari bahwa SURGA TAK AKAN TERMASUKI HANYA AMAL YANG SEDIKIT.
Mungkin,
Pernah Terangan-angan dalam benak kita bahwa
Sudah menjadi Kemestian kalau ALLAH Akan Memasukkan Kita Kedalam Surga.
Pikiran itu Mengalir Lantaran MERASA DIRI TELAH BEGITU BANYAK BERAMAL.
Siang Malam, Tak Henti-hentinya Kita Menunaikan Ibadah.
"Pasti, Pasti Saya Akan Masuk Surga,"
BEGITULAH Keyakinan Diri itu Muncul karena
Melihat Amal Diri Sudah Lebih Dari Cukup.
Namun, ketika Perbandingan Nilai Dilayangkan Jauh ke Generasi Sahabat Rasul,
Kita akan Melihat Pemandangan lain.
Bahwa, para Generasi sekaliber Sahabat pun Tidak Pernah Aman kalau
Mereka Pasti Masuk Surga.
Dan seperti itulah Dasar Pijakan mereka ketika
ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.
Begitulah ketika Turun Perintah H I J R A H.
Mereka Menatap Segala Bayang-bayang Suram soal
Sanak Keluarga yang Ditinggal,
HARTA yang Pasti Akan Disita, dengan Satu Harapan :
"ALLAH PASTI Akan Memberikan IMBALAN yang TERBAIK."
Dan itu adalah PILIHAN yang TAK BOLEH DISIA-SIAKAN.
Begitu pun ketika Secara Tidak Disengaja,
ALLAH Mempertemukan Mereka dengan Pasukan yang Tiga Kali Lebih Banyak
dalam Daerah yang Bernama Badar.
Dan Taruhan Saat itu Bukan Hal Sepele : N Y A W A.
Lagi-lagi,
Semua Itu Mereka Tempuh Demi Menyongsong Investasi Besar,
MERAIH SURGA.
Begitulah ALLAH menggambarkan mereka dalam Firman-Nya.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,
padahal belum datang kepadamu (COBAAN) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu ?
Mereka ditimpa MALAPETAKA dan KESENGSARAAN,
serta DIGONCANGKAN (dengan Bermacam-macam Cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan Orang-orang yang Beriman bersamanya :
‘Bilakah Datangnya Pertolongan Allah?'
Ingatlah, sesungguhnya Pertolongan Allah itu AMAT DEKAT."
Menyadari bahwa AZAB ALLAH Teramat Pedih
Apa yang bisa kita Bayangkan Ketika Semua Manusia
Berkumpul Dalam Tempat Luas yang Tak Seorang pun Punya
HAK ISTIMEWA Kecuali dengan IZIN ALLAH.
Jangankan Hak Istimewa, Pakaian pun Tak Ada.
Yang Jelas dalam BENAK Manusia Saat itu Cuma Pada Dua Pilihan :
Surga atau Neraka.
Di Dua Tempat itulah Pilihan Akhir Nasib Seorang Anak Manusia.
"Pada hari ketika Manusia lari dari Saudaranya, dari Ibu dan Bapaknya,
dari Isteri dan Anak-anaknya.
Setiap Orang dari Mereka pada hari itu Mempunyai Urusan
yang Cukup Menyibukkannya. " (QS. 80)
Mulailah Bayang-bayang Pedihnya Siksa Neraka Tergambar Jelas.
Kematian di Dunia Cuma Sekali.
Sementara, di NERAKA dan SURGA ORANG TIDAK PERNAH MATI.
SELAMANYA MERASAKAN PEDIHNYA SIKSA NERAKA dan KENIKMATAN SURGA.
Terus dan Selamanya.
Seperti Apa Siksa Neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan
Sebuah contoh Siksa yang Paling Ringan.
"Sesungguhnya seringan-ringan SIKSA Penghuni Neraka pada hari kiamat ialah
Seseorang yang Di Bawah Kedua Tumitnya Diletakkan Dua Bara Api
yang Dapat Mendidihkan Otaknya.
Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun
yang lebih berat siksaannya daripada itu,
padahal Itu adalah Siksaan yang Paling Ringan bagi Penghuni Neraka."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Belum saatnyakah kita MENANGIS Di HADAPAN ALLAH.
Atau Jangan-jangan,
HATI kita Sudah Teramat Keras untuk Tersentuh dengan KEKUASAAN ALLAH
yang Teramat Jelas Di Hadapan Kita.
Imam Ghazali pernah memberi nasihat,
Jika Seorang Hamba ALLAH TIDAK LAGI MUDAH MENANGIS Karena
TAKUT Dengan KEKUASAAN ALLAH,
Justru MENANGISLAH KARENA KETIDAKMAMPUAN ITU.
Friday, July 31, 2009
Monday, July 20, 2009
mutiara kata

* Tugas pertama seorang lelaki ialah menjadi dirinya sendiri.
* Pilihlah seseorang untuk dicintai & cintalah pilihan anda itu.
* Cinta tidak berbalas sama seperti soalan tanpa jawapan.
* Lelaki yang tidak berharta biasanya memiliki lidah bermadu.
* Lelaki pendiam ibarat air tenang dalam & bahaya.
* Orang yang bijak mempelajari banyak perkara daripada
musuhnya sendiri.
* Terdapat banyak kemungkinan untuk gagal kerana kejayaan
hanya boleh dicapai dengan satu perkara iaitu USAHA.
* Ketika ditimpa bencana, kita akan mengenali yang mana satu
lawan & yang mana satu kawan.
* Membaca menjadikan diri anda sebagai seorang lelaki,
menghadiri persidangan sebagai persediaan menjadi lelaki
yang sebenar & menulis menjadikan anda lelaki sejati.
* Karektor seseorang lebih mudah disembunyikan daripada
dikesani oleh orang lain.
* Pemimpin yang baik akan memikul kesalahan & tidak
mengejar nama.
* Lelaki berani mungkin akan kalah tetapi tidak akan mengalah.
* Rumah tanpa buku umpama bilik tanpa tingkap
* Jika anda hanya berbuat baik kepada diri sendiri maka anda
sebenarnya tidak pernah membuat kebaikan.
* Pengalaman ialah gelaran yang diberikan oleh setiap orang
terhadap kesilapan mereka.
* Kebocoran yang kecil masih boleh menenggelamkan sebuah
kapal yang besar.
* Tiada hadiah yang lebih berharga daripada nasihat yang baik.
* Anak lelaki tetap menjadi anak lelaki sehinggalah beliau
beristeri. Anak perempuan kekal menjadi anak perempuan
seumur hidupnya.
* Jika anda takut pada sesuatu, lihatlah & hadapilah.
* Imaginasi menguasai dunia.
* Kebodohan ialah kesilapan bagi seseorang yang mempunyai
peluang untuk menjadi pandai.
* Gunakan akal anda seolah-olah nyawa anda bergantung kepadanya.
* Anda tidak akan berjaya menjadi penulis sekiranya anda tidak
menjadi pembaca terlebih dahulu.
* Rahsia hati seseorang ialah sedalam sebuah lautan yang luas.
* Nyanyian ibu untuk menidurkan anaknya ketika kecil adalah
suara yang paling merdu di dunia.
* Orang miskin memakan makanan nyang lebih enak daripada
orang kaya kerana makanan mereka adalah berkat kepada
kemiskinan mereka.
* Anda tidak akan berasa penat sekiranya melakukan perkara
yang anda suka.
* Lebih baik seseorang wanita mengahwini lelaki yang mencintainya
daripada beliau mencintai lelaki tersebut.
* Jika anda berhasrat untuk berjaya, jangan hanya memandang
ke tangga tetapi belajarlah untuk menaiki tangga tersebut.
* Di mana anda berdiri, di situlah perlumbaan kehidupan anda
dan lupakan masa silam.
* Berhati-hatilah dengan kemarahan seorang yang sedang bersabar.
* Tanpa permulaan, anda tidak akan sampai ke mana-mana
* Adalah lebih baik untuk mengetahui kelemahan & kegagalan
sendiri daripada menuding kesalahan kepada pihak lain
* Setiap malam sebelum tidur,anda perlu menetapkan satu
matlamat di dalam minda & menguatkannya dari hari ke hari
* Jagalah apa yang anda suka atau anda terpaksa menyukai apa
yang anda dapat.
* Lelaki yang bijak dapat membaca buku & kehidupan sekaligus.
* Kesabaran akan lebih menguntungkan daripada kekuatan yang
dimiliki
* Jika anda hilang segala-galanya, jangan lupa, kerana anda
masih mempunyai masa depan.
* Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan
mengenal kemanisan.
* Masyarakat abad dahulu menggunakan tenaga manusia untuk
membina sebuah monumen yang indah sekali. Masyarakat abad
kini menggunakan jentera hanya untuk membina sebuah kedai
* Tidak pernah wujud orang malas. Orang yang dianggap malas
ialah orang yang tidak dapat mencari pekerjaan yang sesuai
dengan minatnya.
* Jika poket anda penuh, anda tidak akan kekurangan sahabat.
* Semua perkara adalah sukar sebelum ia menjadi mudah.
* Mimpi itu adalah perlu dalam hidup.
* Seorang lelaki boleh dikalahkan tetapi tidak boleh dimusnahkan.
* Kemenangan terhadap diri sendiri adalah lebih baik daripada
kemenangan terhadap orang lain.
* Orang pengecut ialah orang yang melihat sesuatu yang benar
tetapi tidak melakukannya.
* Kemenangan hanya untuk orang yang berhak mendapatkannya.
* Lebih mudah untuk memenuhi impian kita yang pertama
daripada cuba untuk mengejar impian-impian lain selepasnya.
* Tidak ketawa walaupun sehari amat merugikan.
* Anda tidak boleh mengubah masa lepas anda. Tetapi anda
boleh memusnahkan diri anda kini sekiranya terlalu
memikirkan masa depan anda.
* Tidak penting sama ada berapa lama kita hidup. Yang penting
bagaimana keadaan kita semasa hidup.
* Berdoa dan meminta bukannya perkara yang sama.
* Berterima kasihlah kepada pokok yang memberi anda
perlindungan dengan tidak memusnahkannya.
* Sembahyang adalah prinsip utama dalam hidup. Memberi
alasan tidak cukup masa untuk melakukannya adalah
hinaan kepada Allah.
* Jangan tinggalkan hingga esok apa yang boleh disiapkan hari ini.
* Tiada hiburan yang lebih murah daripada membaca
* Apabila semua benda kelihatan semakin hilang, ingatlah
bahawa masa depan masih ada.
* Rasuah akan sentiasa wujud selagi masih ada perasaan tamak
pada diri manusia
* Jangan sangka diri kita adalah yang terbaik kerana kita
belum kecapi kejayaan yang orang lain capai
* Tidak semestinya orang yang berjaya terus berjaya dan orang
yang gagal terus gagal
* Orang yang serba kekurangan kurang mengetahui kelemahan
dirinya sebaliknya sentiasa menyalahkan orang lain atas
apa yang berlaku
* Dalam dunia ini lebih ramai yang berlidah buaya daripada
yang berlidah manusia
* Dunia bukanlah tempat menunjukkan kekuatan tetapi untuk
kita rasai nikmatnya.
* Orang yang sentiasa berusaha ialah seorang yang takutkan
kegagalan
* Seseorang yang cepat mendaki ke puncak akan cepat pula
jatuh ke bumi
* Kepakaran seseorang tidak akan ke mana selagi dia tidak
membuktikannya melalui perlaksanaan.
* Sewaktu senang kita lebih menghargai kekayaan tetapi
sewaktu susah kita akan lebih menghargai kesihatan.
* Penipu yang mahir sekalipun tidak akan menyedari sekiranya
dirinya ditipu.
* Kegagalan adalah permulaan kepada kejayaan
* Harta boleh menjadikan seseorang yang tamak sebagai hambanya.
* Kecantikan dan kebaikan tidak wujud bersama
* Peperangan hanya boleh menjanjikan kemenangan selepas
kemusnahan dan kematian
* Setiap manusia hanya mempunyai dua matlamat iaitu cita-cita
& kejayaan
* Harta menjamin dunia. Iman menjaminkan akhirat
* Penghalang kepada kejayaan adalah fikiran sendiri, bukannya
kecacatan atau kekurangan
* Seorang anak tidak akan mengetahui kasih sayang ibu bapanya
terhadapnya sehinggalah dia mempunyai anak sendiri
* Kawan yang sebenar ialah seorang yang dapat menerima diri
anda yang sebenar
* Masa adalah sekolah di mana kita belajar. Masa adalah api
di dalamnya kita terbakar
* Manusia mesti menamatkan peperangan, jika tidak peperangan
akan menamatkan manusia
* Arus masa depan telah tiba & tiada cara melawannya
* Kisah cinta yang sebenarnya tiada akhirnya
* Bukti terbaik cinta ialah kepercayaan
* Kita lebih banyak berusaha untuk menegakkan benang basah
daripada berusaha memperbaiki kelemahan diri
* Jika kita melakukan sesuatu dengan keikhlasan, nescaya
ganjaran yang kita terima juga setanding dengan apa yang
kita usahakan
* Semangat yang kuat mampu mengatasi apa sahaja cabaran
yang datang.
* Selagi kita mencuba dan berusaha, selagi itulah kita akan
beroleh apa yang kita hajati.
* Dendam adalah manis. Balasannya adalah pahit.
* Fikiran membawa kepada pekerjaan. Pekerjaan membawa
kepada kejayaan. Kejayaan membawa kepada impian.
Label:
mutiara kata
Sunday, July 19, 2009
ULIL AMRI AULIYA DAN KHALIFAH

MEMILIH PEMIMPIN
Dalam masyarakat Islam, segala sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya yaitu yang berhak menurut milik, ilmu atau kepandainnya, bukan menurut kedudukan, keturunan, atau derajat terpandang.
Karena itu, Islam bukanlah agama yang membenarkan sistem feodal dan kerajaan yang sifatnya pusaka keturunan, juga tidak membenarkan facisme yang didasarkan atas kekuatan tentara.
Kini teranglah bahwa orang Islam tidak menjadikan orang munafik, kafir atau musyrik, jadi pepimpin, demikian mereka hidup di bawah pimpinan orang-orang beriman saja.
Subscribe to:
Posts (Atom)






.jpg)